ETIKA
PROFESI
Nama : Muhamad Nizar Zulmi
NIM : 12650037
Perjalanan
hidup Tokoh Juliato Eka Putra dibagi menjadi
1. fase
muda (lahir-hingga usia sekolah)
masa
kecil dengan biasa-biasa saja, sama nakalnya seperti anak-anak lainnya.dimulai
sejak kelas 4 SD, tanpa disadari Julianto kecil sudah mulai memupuk jiwa
wirausahanya. mencari tahu di mana kelereng itu bisa dibeli dan menjualnya
kepada teman-teman. ia pun bisa mendapat keuntungan Rp 5,- dari setiap menjual 4
butir kelereng di sekolahnya. Tanpa terasa kebiasaan berjualan ini berlanjut
hingga SMP.
2. fase
merintis karir/bisnis pertama
Naluri
sebagai seorang pengusaha memanggilnya kembali untuk tidak sekedar duduk di
bangku kuliah saja. Dia bergerak lagi untuk meraih penghasilan dengan berbagai
cara termasuk menjadi sales sandal, pemanas air sampai agen asuransi, lalu account
officer di sebuah bank swasta dan bisnis MLM pun pernah dilakoninya.
3. fase
kegagalan
Pada
tahun 1996 kantor cabang MLM-HD di Surabaya akan ditutup karena dinilai tidak
berkembang. Kemudian beliau bertekad untuk mempertahankan MLM – HD. Kebetulan
saat itu beliau di tawari menjadi Stokist HD wilayah Surabaya (Jatim). Beliau
bersama 4 orang temannya menerima tawaran itu dengan modal patungan. Sejak saat
itu beliau mulai mengembangkan MLM – HD Sebagai Stokist. Namun ditengah
perjalanan bisnisnya itu, keempat temannya mengundurkan diri. Kondisi sedikit oleng
ini akhirnya dilalui hingga akhirnya beliau menemukan penggantinya
4. fase
perubahan pola piker
. Berbagai kendala pernah dihadapi, masa – masa sulit pun
pernah beliau rasakan. Namun semua itu beliau hadapi dengan kekuatan doa,
keuletan, keyakinan serta kerja keras. Hasilnya, secara perlahan hasil jerih
payahnya terus meningkat.
Karena
manusia itu unik, maka sangat wajar jika terjadi konflik atau ketidak-cocokan
saat kita membina hubungan bisnis dengan rekan kita.Itu sebabnya mengapa di
dunia ini ada perang. Karena ada 1 milyar perbedaan dan keunikan yang tidak
bisa ditebak. Karena pengalaman itulah, Julianto memilih motto hidup yang
sangat menggambarkan dirinya, yaitu “ Hidup Untuk Memahami, Bukan Untuk
Dipahami.”
5. fase
keberhasilan/masa tua
Saat ini beliau telah memiliki jaringan bisnis yang
tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, lewat bendera MIC (Menuju Insan
Cemerlang). Selain itu, beliau juga menjadi pembicara dan trainertingkat
nasional pada training – training pengembangan diri, yang telah diikuti oleh
ratusan ribu orang.
Kapoeng kids sebuah sarana belajar anak yatim piatu dari seluruh nusantara yang sekolanya diberi nama selamat pagi yang terletak di Batu itu juga buatannya, dan sekarang menjadi sekolah terkenal dan berkembang cukup pesat.
Kapoeng kids sebuah sarana belajar anak yatim piatu dari seluruh nusantara yang sekolanya diberi nama selamat pagi yang terletak di Batu itu juga buatannya, dan sekarang menjadi sekolah terkenal dan berkembang cukup pesat.









