Rabu, 20 Maret 2013

etika



ETIKA PROFESI
Nama    : Muhamad Nizar Zulmi
NIM      : 12650037

Perjalanan hidup Tokoh Juliato Eka Putra dibagi menjadi
1.     fase muda (lahir-hingga usia sekolah)
masa kecil dengan biasa-biasa saja, sama nakalnya seperti anak-anak lainnya.dimulai sejak kelas 4 SD, tanpa disadari Julianto kecil sudah mulai memupuk jiwa wirausahanya. mencari tahu di mana kelereng itu bisa dibeli dan menjualnya kepada teman-teman. ia pun bisa mendapat keuntungan Rp 5,- dari setiap menjual 4 butir kelereng di sekolahnya. Tanpa terasa kebiasaan berjualan ini berlanjut hingga SMP.
2.     fase merintis karir/bisnis pertama
Naluri sebagai seorang pengusaha memanggilnya kembali untuk tidak sekedar duduk di bangku kuliah saja. Dia bergerak lagi untuk meraih penghasilan dengan berbagai cara termasuk menjadi sales sandal, pemanas air sampai agen asuransi, lalu account officer di sebuah bank swasta dan bisnis MLM pun pernah dilakoninya.
3.     fase kegagalan
Pada tahun 1996 kantor cabang MLM-HD di Surabaya akan ditutup karena dinilai tidak berkembang. Kemudian beliau bertekad untuk mempertahankan MLM – HD. Kebetulan saat itu beliau di tawari menjadi Stokist HD wilayah Surabaya (Jatim). Beliau bersama 4 orang temannya menerima tawaran itu dengan modal patungan. Sejak saat itu beliau mulai mengembangkan MLM – HD Sebagai Stokist. Namun ditengah perjalanan bisnisnya itu, keempat temannya mengundurkan diri. Kondisi sedikit oleng ini akhirnya dilalui hingga akhirnya beliau menemukan penggantinya

4.     fase perubahan pola piker
. Berbagai kendala pernah dihadapi, masa – masa sulit pun pernah beliau rasakan. Namun semua itu beliau hadapi dengan kekuatan doa, keuletan, keyakinan serta kerja keras. Hasilnya, secara perlahan hasil jerih payahnya terus meningkat.
Karena manusia itu unik, maka sangat wajar jika terjadi konflik atau ketidak-cocokan saat kita membina hubungan bisnis dengan rekan kita.Itu sebabnya mengapa di dunia ini ada perang. Karena ada 1 milyar perbedaan dan keunikan yang tidak bisa ditebak. Karena pengalaman itulah, Julianto memilih motto hidup yang sangat menggambarkan dirinya, yaitu “ Hidup Untuk Memahami, Bukan Untuk Dipahami.”



5.     fase keberhasilan/masa tua
Saat ini beliau telah memiliki jaringan bisnis yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, lewat bendera MIC (Menuju Insan Cemerlang). Selain itu, beliau juga menjadi pembicara dan trainertingkat nasional pada training – training pengembangan diri, yang telah diikuti oleh ratusan ribu orang.
Kapoeng kids sebuah sarana belajar anak yatim piatu dari seluruh nusantara yang sekolanya diberi nama selamat pagi yang terletak di Batu itu juga buatannya, dan sekarang menjadi sekolah terkenal dan berkembang cukup pesat.
Judul: etika; Ditulis oleh mazmy; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar